Gunung Slamet, Top of Central Java


Gunung Slamet

Ngga terbayang olehku bisa mendaki Gunung Slamet sampai puncaknya. Dulu waktu kecil aku sering ngeliat gunung slamet yang sangat gagah dan kokohnya. Aku sering membayangkan bagaimana jika aku ada di puncaknya

Dan akhirnya mimpiku terwujud, setelah aku mendaki Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing, pada akhirnya tanggal 24 September - 26 September 2015 aku bisa menaklukan gagah dan kokohnya Gunung Slamet.

Aku akan menceritakan pengalamanku mendaki Gunung Slamet, dari awal perjalananku hingga sampai menuju puncak Slamet

24 September 2015

Pukul 15.00 WIB
Aku dan temanku, Igas. Yup, kami hanya berdua mendaki Gunung Slamet, kita modal nekat hahaha, karena teman-temanku yang biasa mendaki bareng, sedang sibuk kuliahnya, maka dari itu, kita yang gabut tidak ada kegiatan, dan mumpung pada hari itu kita free alias libur sampai hari minggunya memutuskan untuk mendaki Gunung Slamet. "Moso gunung'e dewe urung tau di panjat" Kata temenku itu. Aku hanya tertawa, dan memang benar, kita sebelum mendaki Gunung Slamet, kita sudah mendaki Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu yang notabene adalah Gunung milik tetangga hehehe. Tapi, tidak apalah, hitung-hitung pemanasan sebelum mendaki Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3428 mdpl, atau bisa dibilang Gunung tertinggi di Jawa Tengah, sungguh luar biasa hahaha.

Yup, sebelum memulai pendakian, Igas berkumpul dirumahku untuk melakukan pengecekan packing
Ini peralatan packing yang aku bawa selama mendaki Gunung Slamet
  • Cekidot, peralatan pribadi :
  1. Tas Carrier atau Daypack
  2. Matras
  3. Jaket Gunung (Usahakan yang tebal dan anti air)
  4. Headlamp / Senter (Saya memakai yang baterai, karena kalau pake yang headlamp / senter cas, aku takut kalau ternyata baterai nya bocor
  5. Baterai cadangan untuk senter / headlamp
  6. Jam tangan (untuk mengukur lama waktu jalan, untuk iseng-iseng aja hehe)
  7. Air mineral 1,5 Liter (Aku membawa 5 botol)
  8. Mie goreng (Aku membawa 6 bungkus)
  9. Snack / jajanan
  10. Beras
  11. Sayur (Aku membawa sayur kubis, dan kangkung, agar kesehatan kita tetap terjaga walau memakan mie instan)
  12. Kopi, Energ*n, Teh
  13. Buah-buahan (Aku membawa timun, dan Bengkoang)
  14. Mie Goreng
  15. Sleeping bag / selimut
  16. Pakaian (Usahakan bawa 2 atau lebih stel pakaian, karena cuaca di Gunung tidak menentu)
  17. Kaos Kaki (Saya membawa double kaos kaki, agar tidak kedinginan, hahaha)
  18. Sarung tangan (Usahakan bawa sarung tangan, agar selama pendakian dan summit, tangan tidak akan terluka, karena banyak pohon-pohon berduri, pasir, dan batu-batunya tajam-tajam, aku nyesel tidak bawa sarung tangan, alhasil tanganku lecet-lecet)
  19. Topi (Sangat diperlukan sekali topi, agar kepala tidak kepanasan, karena dapat menyebabkan pusing selama pendakian, aku belajar dari pengalaman saat pendakian di Gunung Sumbing dan Gunung Merbabu, aku tidak memakai topi, alhasil selama proses turun, harus menahan pusing, dan itu sangat tidak enak)
  20. Alat Makan (1 Piring, 1 Gelas Plastik, 2 Sendok)
  21. Tissue (Basah dan kering)
  22. Mantel (Jika sudah ada raincover untuk carrier / daypack,  bawalah mantel individu, tapi jika belum ada raincover untuk carrier / daypack, bawalah mantel batman
  • Cekidot, peralatan kelompok :
  1. Tenda (Sesuaikan dengan jumlah anggota)
  2. Flysheet
  3. Patok
  4. Korek
  5. Gunting
  6. Kompor Gas
  7. Gas
  8. Nesting / Panci
  9. Tali pramuka
  10. Rafia
  11. Pisau 


Begitulah checklist peralatan yang kami bawa selama pendakian Gunung Slamet.
"Lebih baik kebanyakan, daripada kekurangan" itu prinsip yang saya pegang selama mendaki gunung.

Pukul 17.00 WIB
Setelah semua peralatan siap, tidak lupa kami minta restu dari kedua orangtua kami agar diberi perlindungan, keselamatan, dan semangat agar sampai puncak, dan balik ke rumah lagi dengan selamat. Lalu, kami berdoa bersama sebelum keberangkatan kami. Setelah kami selesai berdoa, kami berangkat menuju Basecamp Bambangan, Purbalingga. Perjalanan menghabiskan waktu kira-kira satu setengah jam.

Pukul 19.00 WIB
Akhirnya kami sampai di basecamp dengan selamat, kami sempat kebingungan dengan basecampnya, setelah tanya orang-orang sekitar situ, ternyata tinggal lurus terus, dan itu sangat panjang, dan membuat kami bingung akan tempatnya hahaha. Saat di basecamp, kami menyempatkan diri untuk masak mie, aku membuat mie dicampur dengan sayuran, agar perut tidak sakit, karena aku punya pengalaman di Gunung Merbabu, selama 3 hari aku makan mie berturut-turut sehingga perutku sangat sakit dan mual. Akhirnya kami makan dan minum, lalu beristirahat sebentar.

Pukul 20.50 WIB
Kami bersiap berangkat untuk pendakian, Igas mengisi buku registrasi, dan membayar biaya Rp 5.000 untuk tiket pendakian (sudah termasuk asuransi), lalu membayar Rp 10.000 untuk biaya parkir motor. Tak lupa, kami berdoa terlebih dahulu agar diberikan keselamatan, dan semangat. Setelah selesai berdoa, kami berangkat, karena kondisi malam hari, oksigen juga tipis, kami berdua sedikit-sedikit istirahat. Aku juga bersyukur karena diberikan cuaca yang cerah. Bulan dan bintang menemani pendakian kami. Aku melewati lapangan bola, dan pos payung. Akhirnya selama 2 jam perjalanan, kami sampai juga di Pos 1, karena sudah jam 23.00 WIB, dan fiisk dan mataku sudah berat sekali untuk melanjutkan pendakian, maka kami berdua memutuskan untuk bermalam di Pos 1

Pengambilan gambar saat pagi hari


 25 September 2015

Pukul 05.30 WIB
Aku terbangun karena cuaca yang sangat dingin. Aku bolak-balik terbangun selama bermalam, aku tidak bisa tidur. Ternyata igas juga begitu, setelah saya keluar dari pos 1, aku melihat keindahan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Sunrise. Sungguh indah sekali ciptaanNya


Sambil menikmati keindahan sunrise atau matahari terbit, aku sambil memasak makanan yang sudah aku dan Igas bawa. Hmmm, sungguh nikmat rasanya, makanan ini kalah sama makanan restoran deh pokoknya hahaha.


Aku melanjutkan perjalananku menuju Pos 2

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Gunung Slamet, Top of Central Java"

Poskan Komentar

> Jika Artikel ini Membantu , Silahkan tinggalkan Komentar Anda
> Jika ingin menuliskan Kode-kode blog , jangan sekali-kali menulisnya dengan lengkap , Karena kodenya tidak akan muncul.
> U Comment I Follow !!!
> (Comment Use Emoticons, Copy Paste this code example: 13 or the other to the column comments)
> "No Spam"
> Do not Forget Leave Your Comment Here ...
> I Highly Appreciate your comment. This blog has been Dofollow.
> Komentar yang masuk SPAM tidak saya hapus dan saya akan Follow (jika link ada)

Follow Blog ini jika ingin mendapatkan informasi paling update